***
Langit
timur menatapku
Tertahan
langkahku mendaki ujung jarum dan duri hadirmu
Ku
hempaskan saja sajak putihmu di tepian hari
Aku ingin
mengelilingi malamku
Untuk
kembali merebahkan cinta
Dalam
ngarai tarian arwah leluhurku dan sejawat cucunya
Dan kau tetaplah
langu kenangan tak terlupakan.
Gibran-92
Sesayat
Rindu
***
Memekik
keheningan
Ku
dengarkan syair sepi ketiadaan
Tak butuh
abjad tuk melukiskan
Tak jua
kata tuk menyuarakan
Riuh pilu
firmanMu menyejukkan
Dalam
jeritan hitam kemanusiaan
Hingga membeku
nafasku menitipkan
Pada
selembar ke abadian
Dalam
kobar kenangan ketiadaan
Sampai
kusam kisahku tertelan
Putih asa
dan cintaMu kau santunkan.
Gibran-92

Tidak ada komentar:
Posting Komentar